Kamis, 27 Agustus 2009

SENIMAN TEATER INDONESIA




Didi Petet
Di dunia film namanya tenar setelah memerankan Emon, tokoh banci dalam film remaja laris Catatan Si Boy besutan sutradara Nasri Cheppy, di tahun 80-an. Konon, salah satu faktor yang menyebabkan film produksi Bola Dunia Film itu laris manis karena tokoh Emon tersebut. Tak heran jika kemudian film yang bintang utamanya Onky Alexander tersebut diproduksi sampai lima sekuel. Tokoh banci kemudian diikuti oleh film-film remaja lain kala itu. Seakan tak lengkap rasanya jika ada sebuah film remaja tanpa menghadirkan tokoh banci didalamnya. Tokoh yang menjadi bahan olok-olok yang memancing tawa penonton. Bahkan kemudian diproduksi secara tersendiri yang mengangkat Emon, yakni Catatan Si Emon. Namun bukan Didi Petet lagi yang memeraninya. Alasan Didi, dia merasa riskan memerankan tokoh banci. Ditambah lagi Didi kena sasaran protes anak-anaknya gara-gara peran itu.

 Lepas dari peran Si Emon, sosok Didi Petet kemudian lekat dengan Si Kabayan, tokoh lugu khas tanah Pasundan. Film ini pun mendapat sambutan bagus dari masyarakat. Karena laris, seperti umumnya terjadi dalam dunia film. Si Kabayan pun dibuat sampai beberapa sekuel. Di film garapan sutradara H. Maman Firmansyah tersebut, Didi beradu akting dengan sejumlah artis, dari mulai Paramitha Rusady, Meriam Bellina Nurul Arifin sampai Desy Ratnasari.Pada tahun 1988, melalui film Cinta Anak Zaman, Didi meraih Piala Citra, sebuah penghargaan paling bergengsi bagi insan film dalam negeri. Didi meraih penghargaan dengan kategori peran pembantu terbaik. Ketika dunia sinetron merebak seiring dengan tumbuh maraknya stasiun televisi di tanah air, Didi pun terjun kesana. Film iklan tak ketinggalan dirambahnya pula. Sejauh ini tak kurang dari sepuluh film iklan dibintanginya. Bahkan dia kemudian mendirikan sebuah rumah produksi. Disamping itu, pria bertubuh subur namun enerjik ini aktif pula dalam sejumlah pementasan teater, seminar tentang seni peran dan tentu saja mengajar di IKJ.

Jika karir keaktoran rekan-rekan sangkatannya mengalami penyurutan manakala memasuki usia paruh baya, eksistensi Didi di dunia film justru makin menguat. Ia terus terlibat sejumlah judul film hingga sekarang. Didi bermain dalam film Petualangan Sherina di tahun 2000, sebuah film anak-anak yang disebut-sebut sebagai tonggak kebangkitan kembali film Indonesia. Kemudian film Pasir Berbisik di tahun 2001, film Rindu Kami Padamu di tahun 2004 dan film Banyu Biru ditahun 2005. Didi Petet adalah salah satu pendiri kelompok teater pantomim Sena&Didi Mime bersama almarhum Sena A. Utoyo, Kelompok ini terbentuk pada awal  tahun 1970-an.  






(Dari Berbagai Sumber)




Tidak ada komentar: